Rss

Selasa, 14 Mei 2013

Misteri Rumah Kost

Setiap minggu sore, aku harus meninggalkan arang yang aku sayangi. Aku meninggalkan kotaku diiringi oleh beristirahatnya sang raja siang untuk digantikan oleh dewi malam yang menemaniku di perjalanan. Aku melakukan hal ini hanya untuk menuntut ilmu. Setiba di rumah sementara yang terdiri dari kamar-kamar dan dihuni oleh para pelajar. Aku disambut oleh nyanyian jangkrik berpadu dengan katak. Di sinilah aku tinggal dan bertahan hidup dengan teman-teman yang bernasib sama seperti aku. Bersekolah di kota orang.
Senin pagi, pada saat adzan subuh berkumandang aku langsung bangun dan segera mandi. Setelah itu aku melaksanakan salat subuh. Kemudian aku siap menjalani hari dengan lancar. Tetapi dugaanku salah, setelah aku dan teman-teman siap untuk berangkat ternyata pintu depan masih terkunci, dan si pembawa kunci tersebut sudah berangkat duluan.
”Bagaimana ini?”, Tanyaku sambil panik.
”Ya sudah kita terperangkap.”, Jawab Dimas pasrah.
Aku dan teman-teman bingung dan pada hari itu adalah UAS (Ujian Akhir Semester). Jam sudah menunjukan jam 07.15 padahal bel masuk berbunyi pada jam 07.30, akhirnya Bisma menemukan jalan keluar walaupun harus rela kotor.
”Hei, ayo ita loncat tembok! Daripada kita di sini menunggu ibu kost membawa kunci. Kita pasti terlambat. Lebih baik kita meloncat tembok.”, Kata Bisma memberi solusi.
”Okelah.”, Kata teman-teman menyetujui.
Akhirnya kita meloncat tembok samping kostku yang tingginya sekitar ± 2 meter. Setelah itu aku dan teman-teman langsung bergegas menuju sekolah dengan lari sekencang-kencangnya.
Kring.......kring..........kring........ Bel masuk berbunyi.
”Untuk belum terlambat.”, Kataku
”Ya sudah, ayo bergegas ke ruangan masing-masing!”, Kata Dimas.
* * * * * * * * * * * * * *
Kring.......kring..........kring........ Bel istirahat berbunyi. Aku dan teman-teman  berkumpul   di   kantin   untuk    makan    bersama    sambil   membicarakan
 kejadian tadi pagi.
”Hei, kalian memikir siapayang sengaja mengunci pintu tadi pagi?”, Tanyaku kepada teman-teman.
”Pasti Si Andika pembawa kunci.”, Kata Dimas.
”Tapi jangan buruk sangka pada andika. Walaupun dia satu-satunya anak yang dipercayai untuk membawa kunci belum tentu dia yang melakukannya.”, Sambung Bisma.
”Ada betulnya juga, kita cari Andika pulang sekolah. Kita tanya apakah betul dia yang mengunci kita di dalam.”, Kata Ilham.
Teman-teman menetujui pendapat Ilham kecuali Si Dana. Dia tetap menyetujui kata Dimas karena hanya Andika yang membawa kunci.
”Sudahlah Dan, kita belum ada bukti jadi jangan menuduh orang sembarangan.”, Kataku.
”Awas kalau ketahuan akan ku hakimi sendiri.”, Kata Dana
Setelah itu kami kembali keruangan masing-masing untuk mengikuti ujian hari itu jam ke-2.
* * * * * * * * * * *
Pulang sekolah aku bertemu dengan Andika di gerbang depan sekolah. Aku berjalan pulang bersama Andika. Di perjalanan aku membicarakan tentang kejadian tadi pagi dan untuk menanyakan kepada Andika.
”Tadi pagi kamu kenapa berangkat pagi sekali?”, Tanyaku kepada Andika.
”Oh... aku tadi ingin belajar dulu sebelum ujian.”, Jawab Andika.
”Tapi kenapa pintu depan tadi kamu kunci lagi? Padahal teman-teman masih berada di dalam.”, Kataku melanjutkan percakapan.
”Apa? Pintu depan terkunci? Padahal aku berangkat tadi hanya menutup dan tidak menguncinya kebali. Kamu menuduh aku yang mengnci? Walaupun aku membawa kunci aku juga tidak akan melakukan hal yang setega itu.”, Jawab Andika terkejut.
”Bukan menuduh, tapi aku hanya menanyakan kejadian tadi pagi. Karena Dana sangat marah dan selalu menuduh kamu yang melakukan hal itu.”, Jawabku sambil Pikiranku berlari mencari siapa ang melakukan hal itu kalau bukan Andika siapalagi?
Tiba di kost-kost-an aku dan teman-teman mencoba merundingkan hal itu, tapi semuanya tidak mempunyai ide untuk jalan keluar.Semua teman mengaku bahwa otaknya telah menguap memikirkan hal tersebut.
Keesokan hari, kejadian tersebut terulang kembali. Tetapi hari itu Andika masih berada dalam  kamarnya dan belum berangkat. Pada saat semuanya sudah siap pintu depan masih terkunci dan kunci yang dibawa Andika menghilang. Teman-teman merasa panik, kawatir, marah, pusing untuk memikirkan hal itu.
”Dasar Bedebah.”, Kata Dimas
Setelah keluar dari dalam melaui loncat tembok, kita langsung melaporkan kepada hal ini kepada Ibu Kost. Ibu Kost memaklumi hal ini, karena hal ini sering terjadi dan selalu ada laporan bahwa tadi pagi sebelum subuh ada yang mendengar ada orang yang mengunci dan ada bayangan orang yang lewat. Setelah ada laporan tersebut, kunci pintu depan diperbarui dan kuncinya diperbanyak untuk dibagikan ke masing-masing anak, rencana itu untuk memperkecil kejadian tersebut terjadi lagi. Aku dan teman-teman sangat berbahagia.
Keesokan harinya, kebahagiaan itu musnah. Waktu subuh aku mendengar orang yang sedang berjalan dan sedang memperbaiki sesuatu. Akupun takut dan aku mencoba menghubungi teman-teman melalui SMS dan memberi tahu teman-teman tentang hal itu. Tapi sebelum aku memberi tahu teman-teman aku melihat ada bayangan orang di jendela kamarku. Akupun mengintip tapi ternyata tidak ada orang di sana. Aku bertanya ”Siapa orang tersebut?”. Setelah itu aku menghilangkan rasa takutku dan ingin mencoba melakukan aktivitas seperti biasa.
Jam menunjukan 06.50, Aku dan teman-teman siap utuk berangakat sekolah. Waktu ingin membuka pintu menggunakan kunci yang menggelantung pada kunci kamarku tanpa kusadari sebelumnya telah hilang. Aku langsung berkata kepada teman-teman dan ternyata kunci pintu depan yang telah dibagikan kepada masing-masing anak ternyata telah hilang semua. Akhirnya kita melalui jalan keluar yang sama.
Saat istirahat, aku dan teman-teman berkumpul di kantin dan aku mengatakan fenomena yang telah aku lihat tadi pagi.
”aku tadi pagi melihat bayangan orng pada jendela kamarku dan aku mendengar orang sedang membenai sesuatu. Seperti yang sudah dikatakan oleh Ibu Kost.”, Kataku.
”Oh.. ya aku juga mendengar suara itu tadi pagi.”, Kata Ilham.
”Tapi aku tadi sudah bangun sebelum subuh dan aku rasa suasananya  hanya hening, biasa-biasa saja.”, Tambah Bisma.
Aku dan teman-teman muncul sebuah pemikiran yang sama. Yaitu mencoba untuk menaruh jebakan untuk orng misterius ini. Malam tiba Sang Dewi Malam menampakan keindahannya dengan sempurna. Malam itulah aku dan teman-teman mearuh jebakan, dan tidak ada yang boleh tidur dan tidak memperbunyikan HP (silent). Jam 22.45 aku dan teman-teman masuk kamarnya masing-masing, menunggu sambil belajar.
Jam menunjukan 03.10, aku mendengar ada orang yang membuka kunci. Aku langsung meng-SMS teman-teman untuk bersiap. Dan teman-teman menjawab “OK”.
Tidak lama kemudian, jebakan yang tela kami taruh bersuara “Brrruuuueeeeenngg.......eng....eng....”. Aku dan teman-teman langsung keluar dari kamar. Kita melihat langsung ke tempat yang telah kami pasang jebakan, kami mendengar ada suara tapi.........
”Aaaaaggggrrrhhh......” Semua bertariak.



T A M A T

0 komentar:

Posting Komentar